DatascripMall.ID – Kabar tidak mengenakan datang dari Korea Selatan. Pada 28 Januari 2025 lalu, pesawat Air Busan mengalami kebakaran di Bandara Internasional Gimhae, Kota Busan. Banyak yang percaya pemicu peristiwa tragis ini adalah karena adanya power bank terbakar.
Bisakah sebuah power bank terbakar bisa menyebabkan bencana penerbangan? Pastinya, kamu merasa hal ini tidak mungkin mengingat benda tersebut tidak besar ukurannya. Namun, faktanya hal ini sudah menjadi perhatian bagi maskapai penerbangan. Itu sebabnya, ada sejumlah aturan terkait penggunaan aksesoris gadget itu.
Dilansir dari The Korea Times, beberapa saksi mata mengaku telah mendengar suara percikan seperti sebuah peralatan elektronik terbakar di kabin. Ini sebelum munculnya asap. Kemungkinanpower bank terbakar itu adalah penyebab kecelakaan pesawat menuju Hong Kong tersebut. Namun, benarkah bisa demikian?
Baca Juga: Mau Mudik? Ini Aturan Membawa Power Bank di Pesawat
Bisakah Power Bank Terbakar Sendiri?

Pastinya, kamu bertanya-tanya benarkah sebuah power bank bisa membuat kebakaran atau ledakan saat penerbangan? Menurut data yang dihimpun The Korea Times, sekitar tujuh minggu yang lalu, kejadian kebakaran ini juga sempat terjadi dalam sebuah maskapai penerbangan.
Setelah dilakukan investigasi, kebakaran dipicu oleh masalah pada power bank atau charger portable. Untungnya, hal ini langsung disadari dan ditangani oleh kru kabin pesawat. Mereka langsung menyemprotkan pemadam api ke tempat perangkat elektronik tersebut berada.
Pada tahun 2024, tercatat ada dua lagi masalah baterai portable atau power bank yang menyebabkan kebakaran dalam penerbangan di Korea Selatan. Kejadian pertama di bulan April dalam pesawat Asiana Airlines dan pada Juli dalam pesawat Eastar Jet.
Ternyata, kejadian power bank terbakar juga pernah terjadi di Indonesia, lho. Pada 11 Maret 2019 lalu, maskapai Garuda Airlines harus menghentikan penerbangan saat power bank yang terjatuh di lorong kabin terbakar.
Untungnya, penumpang dan kru kabin pesawat rute Surabaya-Jakarta tersebut dapat mengatasi kebakaran itu. Tentunya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Baca Juga: Apa itu Power Bank? Berikut Ini Fungsi dan Cara Pakainya
Apa Penyebab Power Bank Terbakar?

Pastinya, sebuah perangkat elektronik sudah diuji dan diproduksi dengan baik. Itu sebabnya, muncul banyak pertanyaan mengapa sebuah pengisi daya portable bisa terbakar saat di dalam penerbangan udara? Tentunya, ini banyak membuat masyarakat resah dan ragu membawanya untuk traveling.
Dilansir dari laman Straits Times, baterai dalam perangkat power bank memang mudah terbakar. Perangkat elektronik ini umumnya menggunakan baterai lithium-ion (li-ion) di dalamnya. Jenis baterai yang sudah dikembangkan sejak 1970 ini sangat populer karena kapasitas energi yang dihasilkan cukup besar.
Kondisi ini dibandingkan dengan baterai yang dibuat dari nikel-metal hidrida atau baterai asam timbal. Li-ion ini digunakan untuk berbagai macam baterai gadget, seperti smartphones, tablet, power bank, dan juga kendaraan listrik.
Sayangnya, baterai lithium mudah terbakar dalam kondisi tertentu. Hal ini karena material ini menyimpan dan mengeluarkan energi listrik melalui reaksi elektrokimia yang menimbulkan panas. Itulah yang membuat bahan baterai ini bisa overheat dalam kondisi ekstrem. Misalnya, suhu udara di bawah 0 derajat Celcius atau di atas 65 derajat Celcius.
Setiap baterai lithium biasanya memiliki komponen pencegah terjadinya arus pendek atau korsleting. Komponen yang biasanya terbuat dari bahan polimer mikropori ini memisahkan elektroda positif (katode) dan negatif (anode). Sayangnya, produsen gawai sering mengurangi ketebalan pemisah ini agar dapat mengisi daya dengan cepat dan baterai tahan lama.
Saat melakukan pengisian daya, alat pemisah tersebut sering mengalami tekanan mekanis karena pembengkakan elektroda. Bila komponen lebih tipis, umumnya berisiko lebih tinggi untuk rusak atau pecah. Kondisi ini membuat elektroda langsung mengalami sentuhan fisik sehingga muncul korsleting.
Korsleting ini dapat meningkatkan suhu panas pada komponen dan melelehkan bagian tersebut. Ini bisa menjadi masalah arus pendek yang lebih parah. Tepatnya, bisa berkembag menjadi asap, kebakaran, dan juga ledakan bila tidak cepat-cepat ditangani.
Baca Juga: Review Powerbank AUKEY PB-Y45, Jagonya Charging Cepat!
Bagaimana Cara Mencegah Power Bank Terbakar di Pesawat?

Perlu kamu ketahui, pada tahun 2016, Federal Aviation Administration (FAA) meminta seluruh maskapai penerbangan menilai kembali risiko baterai dengan bahan lithium-ion. Sejauh ini, perangkat elektronik yang menggunakan jenis baterai tersebut tidak diperbolehkan disimpan di bagasi kargo. Namun, bisa dibawa ke kabin.
Dilansir dari laman IATA (International Air Transport Association), penggunaan power bank dalam penerbangan perlu dibatasi. Ini untuk mencegah terjadinya masalah ketika berada di udara. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah power bank terbakar.
1. Lakukan Penyimpanan Power Bank yang Tepat
Di manakah pengisi daya portable ini disimpan selama penerbanagan? Power bank sebaiknya ditaruh dalam tas jinjing yang dibawa ke kabin penumpang. Namun, bila di-install dalam perangkat, harus masuk bagasi.
Kalau kamu menggunakan koper pintar yang sudah memiliki pengisi daya bawaan, pastikan bagian tersebut bisa dilepaskan sebelum waktu penerbangan dilakukan. Lalu, apa yang terjadi bila perangkat elektronik itu tidak bisa dibuka dan dipasang lagi? Pastinya, koper pintar yang kamu miliki tersebut tidak boleh masuk dalam pesawat. Hal ini karena ada kemungkinan dapat menimbulkan arus pendek.
Baca Juga: Power Bank 10000 mAh Tahan Berapa Lama? Ini Jawabannya!
2. Pastikan Kapasitas Baterai Power Bank

Hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kapasitas baterai pengisi daya portable tersebut. Kira-kira berapakah kapasitas baterai power bank yang aman selama penerbangan udara? Biasanya, perangkat ini menggunakan ukuran Wh untuk kapasitas baterainya.
Dilansir dari laman Tech Target, Wh atau Watt-hour adalah satuan unit energi yang setara dengan satu Watt daya yang dikeluarkan selama satu jam. Perlu diketahui kalau power bank berbaterai lithium berkapasitas di bawah 100 Wh bisa dibawa ke kabin.
Sedangkan, kapasitas 100 Wh hingga 160 Wh juga bisa dibawa ke kabin atas izin operator maskapai penerbangan. Lalu, bagaimana dengan power bank berkapasitas di atas 160 Wh?
Pastinya, untuk membawanya kamu harus membungkus sesuai aturan berlaku dan harus ada persetujuan dari pihak maskapai. Jika tidak, maka jenis perangkat tersebut tidak dilarang dibawa.
3. Perhatikan Waktu Pemakaian
Kira-kira kapan boleh menggunakan power bank saat berada di dalam pesawat? Sejumlah maskapai penerbangan memperbolehkan penumpang menggunakan pengisi daya portable pesawat dalam polisi melaju di ketinggian. Namun, tidak diizinkan pemakaiannya ketika posisi pesawat lepas landas dan mendarat.
Untuk keamanan, sebaiknya kamu tidak menggunakan power bank dan pengisian daya lainnya selama penerbangan berlangsung. Ini untuk terhindar dari masalah arus pendek. Kamu bisa menempatkan perangkat elektronik ini ke dalam kantong pelindung
Baca Juga: Power Bank 20000 mAh Tahan Berapa Lama? Cek Jawabannya!
Sekarang, kamu sudah tahu power bank terbakar saat penerbangan adalah hal yang mungkin terjadi. Tentunya, ini bisa menjadi faktor kamu harus selalu waspada terhadap barang bawaan dan aturan penerbangan. Jangan lupa pilih pengisi daya portable yang tepat: Beli produk power bank di sini!
Selain produk power bank, kamu juga bisa mengecek perlengkapan elektronik lainnya. Misalnya, ponsel, tablet, hingga laptop di DatascripMall.ID.